Polisi selidiki hilangnya batu nisan Adipati Menaksopal

Trenggalek (ANTARA News) – Aparat Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur, tengah menyelidiki kasus hilangnya batu nisan almarhum Adipati Menaksopal, leluhur sekaligus tokoh pertanian yang sangat dihormati warga Trenggalek sepanjang masa karena jasanya membangun dam irigasi “Bagong”.

“Kasus pencurian ini menjadi atensi kami untuk segera diungkap,” kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi di Trenggalek, Kamis.

Memang belum ada pelaku yang berhasil ditangkap serta motifnya, namun polisi telah mendapat beberapa bukti petunjuk dari jejak sidik jari, bekas tapak kaki maupun lainnya, kata Supandi.

Insiden hilangnya batu nisan benda bersejarah itu diketahui pertama kali pada Minggu (20/1).

Saat itu sejumlah orang yang tergabung dalam komunitas pemerhati sejarah datang mengunjungi kompleks makam Adipati Menaksopal yang terletak di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

“Mereka yang pertama kali tahu bahwa nisan (Adipati) Menaksopal hilang,” ungkap Naim, juru pelihara Makam Menaksopal.

Tak hanya nisan Menaksopal saja yang hilang. Nisan sang ibu Dewi Roro Amiswati juga ikut raib.

Menurut Naim, dua nisan bersejarah yang semuanya terletak di kaki dengan tulisan tanggal lahir dan meninggal atau biasa disebut “sengkolo” serta ukuran huruf Arab hilang seperti dicongkel.

Diperkirakan, hilangnya dua benda cagar budaya tersebut terjadi pada Sabtu (19/1) malam atau Minggu dini hari.

Kata Naim, ketika ia pulang dari tempat tersebut pada Sabtu, kedua batu nisan masih ada. Dia mengungkapkan di area makam terdapat jejak sepatu yang diduga milik pelaku.

Berdasarkan arah jejak kakinya, diperkiraan pelaku melompat pagar makam dari sebelah utara, kemudian masuk, hingga mengambil dua batu nisan serta barang-barang tersebut.

“Saya telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Kelurahan Ngantru, hingga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Trenggalek yang kemudian diteruskan ke polisi untuk proses penyelidikannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Trenggalek Surjono mengatakan telah meneruskan laporan di Disbudpar Provinsi Jawa Timur (Jatim) juga Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.

“Pastinya jika pelaku tertangkap yang jelas akan terkena sanksi berat karena mencuri barang milik negara,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019