Polda Sulbar bentuk “cyber troops”

Mamuju (ANTARA News) – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat membentuk cyber troops atau pasukan dunia maya sebagai upaya menekan hoaks atau berita bohong.

Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar, saat membuka membuka pelatihan Cyber Troops, Senin mengatakan, penyebaran berita bohong tidak bisa dianggap remeh karena akan membuat suasana menjadi gaduh yang akan berimbas pada kondusifitas kamtibmas.

“Untuk itu, kehadiran tim Cyber Troops harus mampu meredam segala penyebaran hoaks di media sosial dan aktif melakukan patroli terkait perkembangan yang ada sehingga jika ada isu-isu yang negatif atau tidak benar, bisa diantisipasi dengan cepat dan tepat,” terang Baharudin Djafar.

Kapolda mengharapkan, seluruh peserta mengikuti kegiatan itu dengan baik dan serius, sehingga ilmu yang di dapatkan bisa diaplikasikan dalam menunjang tugas, khususnya untuk menekan hoaks yang menyebar di media sosial.

Pelatihan Cyber Troops yang dilaksanakan di Aula Arya Guna Mapolda Sulbar tersebut akan berlangsung selama dua hari, yakni mulai 21-22 Januari 2019

Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera yang memberikan materi terkait kajian teknis tugas tim Cyber Troops, salah satunya dengan melakukan patroli pada tiga media sosial utama, yakni Facebook, Twitter dan Instagram. 

“Namun medsos lainnya juga menjadi patroli wajib untuk mengantisipasi segala hoaks agar tidak berkembang menjadi bola liar yang akan mengganggu stabilitas kamtibmas,” terang Frans Mangera.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura menjelaskan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan seluruh personel, khususnya dalam menekan pemberitaan yang bersifat mengadu domba serta hoaks.

Ia kemudian menyampaikan ciri- ciri akun yang berpotensi menganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, diantaranya selalu menebar kebencian, bersifat provokatif, propaganda, sumber informasi tidak jelas, mengadu domba, pro terorisme, pro radikalisme, anti Pancasila dan pemerintah yang sah.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan patroli dalam menyusuri setiap jengkal dunia maya (cyber space) untuk mencari dan menangkal isu-isu yang berkembang, diseminasi, menangkal opini dan viralisasi kegiatan kepolisian sehingga informasi sampai kepada masyarakat,” terang Mashura.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019