Jika Sarri Dipecat, Sulit Cari Manajer yang Bisa Selamatkan Chelsea

Badai yang mendera Chelsea yang kian menciptakan limbung posisi manajer Maurizio Sarri, terus menjadikan raksasa London Barat tersebut, terseok-seok dalam kompetisi Premier League musim ini. Kondisi ini pun paling disayangkan sebanyak pihak, menilik reputasi The Blues sebagai di antara tim elite Eropa pun mulai anjlok drastis.

Sebuah analisa berhubungan problem besar yang sekitar ini menyandera Sarri di ruang ganti Stamford Bridge, seolah mulai binal bermunculan. Hal itu, pula yang jajaki diutarakan eks penggawa The Blues, Mario Melchiot.

Secara terbuka, pemain yang pernah berbakti bareng Chelsea medio 1999-2004 tersebut menganalisis apa yang terjadi dengan mantan klubnya tersebut ketika ini.

“Di mula musim, saya telah meragukan kondisi ini, sebab dia (Sarri) tidak mempunyai peluang guna membawa tidak sedikit pemain yang diinginkannya. Jadi, dia menyadari, ia mesti bekerja dengan apa yang dipunyai tim ini,” ungkap Melchiot dikutip laman Goal.

Di mula musim, The Blues pernah bertahta di pucuk klasemen atau sangat tidak kerap sedang di zona tiga besar. Namun, serangkaian masalah membelit ruang ganti dan sekarang semakin runyam.

“Jadi, andai Klub butuh mendapatkan seorang manajer baru dan manajer tersebut tidak dapat menambahkan pemain-pemain berbobot | berbobot | berkualitas ke skuat ini, dia barangkali ogah memungut pekerjaan di sini,” ujarnya.

“Jika mereka kini mendepak Sarri, saya tidak tahu, apakah terdapat manajer beda yang mengharapkan pekerjaan ini, sebab dia tidak akan memiliki bisa jadi untuk mengolah keadaan. Pihak klub, barangkali tidak mempunyai opsi, di situlah unsur yang sulit,” tegas Melchiot.

Dua Pemain Myanmar di Liga Thailand di Panggil Pelatih Jelang Laga Lawan Indonesia

Pelatih interim Myanmar, Myo Min Tun tengah menyiapkan skuatnya jelang menghadapi timnas Indonesia, dengan memanggil dua pemain yang ketika ini membela klub di Liga Thailand.

 

Timnas Myanmar dijadwalkan bakal melawan Indonesia dalam laga uji jajaki internasional pada Senin (25/3). Laga itu akan dilangsungkan di Stadion Mandalar Tiri, markas Myanmar.

 

Jelang laga tersebut, pelatih sedangkan Myanmar, Myo Min Tun telah menyiapkan skuat terbaiknya guna turun menghadapi kesebelasan Garuda. Sebanyak 25 nama pemain sudah dipanggil oleh Myo Min Tun guna memperkuat timnas Myanmar.

 

Dari 25 nama pemain tersebut, terdapat dua punggawa yang bermain di liga luar Myanmar. Dua pemain yang dimaksud ialah Zaw Min Tun dan Aung Thu.

 

Zaw Min Tun dan Aung Thu ketika ini bermain di persaingan Liga Thailand 1. Zaw Min Tun memperkuat Chonburi FC, sementara Aung Thu bermain guna Muangthong United.

 

Meski begitu, dua-duanya jarang diturunkan oleh klubnya setiap dalam laga di persaingan liga Thailand. Zaw Min Tun dan Aung Thu sendiri hanyalah sekedar pemain pinjaman, yang masa peminjamannya akan berakhir pada November 2019 mendatang.

 

Di samping Zaw Min Tun dan Aung Thu, tedapat sejumlah pemain Myanmar lainnya yang turut bertanding melawan timnas Indonesia Berikut 25 nama pemain timnas Myanmar jelang hadapi kesebelasan Garuda.

 

Kiper: Kyaw Zin Htet, Kyaw Zin Phyo, Naing Zayar Htun

 

Gelandang: Hlaing Bo Bo, Maung Maung Win, Lar Din Maw Yar, Maung Maung Lwin, Yan Naing Oo, Thiha Zaw, Nyein Chan Aung, Kyaw Swar Min, Aung Hlaing Win

 

Penyerang: Zin Min Tun, Aung Thu, Aung Myint Tun, Dway Ko Ko Chit, Win Naing Soe

Guardiola Ogah Anggap Enteng Spurs Meski Bertemu Di Final

Manajer Manchester City, Pep Guardiola enggan meremehkan calon lawan timnya di babak perempat final Liga Champions nanti, yaitu Tottenham Hotspur.

Dalam undian yang dilangsungkan pada Jumat (15/3), City dijamin akan bertandang ke markas Spurs lebih dulu sebelum berganti menjadi tuan lokasi tinggal di partai leg kedua.

Undian ini pun sudah menilai bagan guna babak semifinal. Pemenang laga Spurs versus City bakal berjumpa pemenang dari laga yang mempertemukan Ajax Amsterdam kontra Juventus.

City Punya Kelemahan

Terlepas dari skuat sarat bintang yang dipunyai City, Login Sbobet Guardiola tetap memandang timnya mempunyai kelemahan. Karena itu, sosok asal Spanyol itu ogah meremehkan siapa juga lawan mereka.

“Setiap kesebelasan mempunyai titik powerful dan titik lemah, sama laksana kami. Kami powerful dalam sejumlah area dan kami lemah di sejumlah area lainnya,” ujar Guardiola laksana dikutip Manchester Evening News.

“Sepanjang hidup saya, saya tak pernah menuliskan akan lebih baik [untuk menghadapi Tottenham] dalam kondisi ini,” tambahnya.

Pujian Guardiola

Lebih lanjut, Guardiola pun tak ketinggalan memuji kualitas kesebelasan yang dipunyai Mauricio Pochettino di Tottenham, khususnya pada deretan lini serang mereka.

“Apa yang saya inginkan ialah para pemain saya pulang dengan bugar sesudah jeda internasional dan siap guna bermain,” tutur Guardiola.

“Saya mengenal mereka [Tottenham] dengan lumayan baik, sistem bertolak belakang yang dapat mereka pakai, alangkah bagusnya lini depan mereka dengan Son Heung-min, Harry Kane, Dele Alli, dan Christian Eriksen, tapi andai Anda berkata mengenai kesebelasan lainnya di Liga Champions maka mereka juga demikian,” tandasnya.

Dikabarkan Bakal Merger, Pelatih Dan Pemain Perseru Pilih Pasrah

Perseru Serui dikabarkan akan merger dan pindah markas ke Lampung. Situasi ini menciptakan pelatih dan pemain hanya dapat pasrah bakal kelanjutkan kiprah bareng klub berjulukan Cenderawasih Jingga itu.

Rumor rencana Perseru merger dan hijrah ke Lampung mulai bergulir pada pertengahan Februari 2019. Alasan keuangan dikabarkan menjadi penyebab utama klub asal Kabupaten Yapen, Papua, itu akan berganti nama.
Situasi ini ternyata lumayan membuat resah di kalangan pemain sampai pelatih. I Putu Gede, sang pelatih, hanya dapat pasrah andai pada kesudahannya tidak terdapat lagi klub yang mempunyai nama Perseru Serui di kancah sepak bola Indonesia.

“Tugas saya bareng Perseru Serui melulu di Piala Presiden 2019, Agen Sbobet bagaimana nantinya, ya mengalir saja,” kata I Putu Gede untuk wartawan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/3/2019).

Buat I Putu Gede, Perseru mendapatkan lokasi tersendiri di hatinya. Maklum, klub yang bermakras di Stadion Marora tersebut adalahtim kesatu yang diarsitekinya guna level tertinggi Indonesia.

“Saya harap Perseru tidak jarang kali ada. Sebab, klub ini mempunyai sejarah bikin karier saya sebab kesatu melatih bareng ini dan terakhir bareng ini,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

Salah seorang pemain Perseru, Supriadi, menyatakan tak tahu nasibnya di klub tersebut. Supriadi bercita-cita manajemen Perseru dapat memberikan kejelasan dirinya dan pemain lain.

“Semua pemain tidak tahu ke depannya bagaimana dan semuanya tergantung dengan manajemen Perserui,” ujar Supriadi.

Perseru menyelesaikan Piala Presiden 2019 sebagai juru kunci Grup A. Perseru tak pernah menang dalam tiga laga penyisihan grup dan kecurian 10 gol.

Hadapi Atletico, Allegri: Bukan Pertandingan Terbesar Juventus Musim Ini

Tugas berat menanti Juventus pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019. Sebab, mereka mesti mengembalikan defisit dua gol atas Atletico Madrid ketika berhadapan di Stadion Allianz Arena, Turin, Rabu 13 Maret 2019 pagi-pagi sekali WIB.

Pertandingan tersebut pasti saja penting untuk Juventus yang menargetkan trofi Liga Champions musim ini. Akan tetapi, untuk pelatih Massimiliano Allegri laga melawan Los Colchoneros bukan pertandingan terbesar yang bakal dijalani.

Allegri beralasan, laga itu baru sedang Daftar Sbobet di fase 16 besar. Apabila Juventus berhasil lolos dengan selisih tiga gol, maka La Vecchia Signora sebenarnya belum memenangi Liga Champions. Karena itu, ia hendak Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tetap tenang menyambut pertandingan tersebut.

“Ini ialah laga 16 besar, bakal tetapi andai kami menyebutnya pertandingan terbesar musim ini, maka kami bakal berada dalam masalah. Jika kami lolos, kami belum memenangi Liga Champions sebab masih terdapat pertandingan lain,” tutur Massimiliano Allegri, mengutip dari Football Italia, Selasa (12/3/2019).

“Kami mesti tetap tenang. Jika sukses membalikkan hasil leg kesatu, pasti akan luar biasa. Setelah itu, kami baru beranggapan mengenai perempatfinal atau menyelesaikan musim dengan teknik terbaik,” imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.

Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg kesatu menciptakan Juventus dalam suasana terjepit. Mereka mesti menang dengan skor 3-0 atau paling tidak selisih tiga gol demi lolos ke babak selanjutnya.

Mourinho Akan Segera Tangani Madrid Dalam Beberapa Hari Lagi

Jose Mourinho semakin dekat dengan pintu masuk Santiago Bernabeu. Seperti dikabarkan The Guardian, Minggu (10/3/2019), Mourinho dalam sejumlah hari ke depan bakal resmi pulang ditunjuk sebagai pelatih Los Blancos –julukan Madrid.

Dalam sejumlah hari terakhir, isu kembalinya Mourinho sebagai pelatih Madrid memang beredar kencang. Pelatih 55 tahun tersebut dinilai sebagai sosok tepat untuk membalikkan performa Madrid laksana sedia kala.

Saat ini, Madrid dalam posisi yang tidak dapat dibilang bagus di bawah arahan pelatih Santiago Solari. Semenjak ditangani Sbobet Solari pada pengujung Oktober 2018, Madrid melalui 31 pertandingan. Hasilnya, Madrid melulu mengoleksi 21 menang, 2 imbang dan 8 kalah.

Akibatnya, Madrid telah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey. Sementara sampai Liga Spanyol 2018-2019 menginjak pekan 27, Madrid terbendung di posisi tiga dengan koleksi 48 angka, terpaut 15 poin dari Barcelona di puncak klasemen.

Karena itu, menghindari hasil buruk terus-menerus didapat, manajemen Madrid tertarik pulang memperkerjakan Mourinho, pelatih yang menyerahkan mereka tiga trofi dalam kurun 2010-2013. Peluang Madrid menemukan pelatih asal Portugal tersebut sebenarnya lumayan besar.

Sebab, Mourinho telah membuka bisa jadi untuk pulang menangani Madrid. Di samping itu, rumor kedatangan Mourinho juga disambut positif oleh suporter Madrid. Kelar laga Madrid vs Ajax tengah pekan ini, fans Madrid meneriakkan nama Mourinho, tanda bercita-cita eks pelatih Chelsea tersebut kembali ke Santiago Bernabeu.